Perbedaan Acte van Eigendom dengan SHM Tanah

  20 Sep 2018

Indonesia adalah negara hukum dimana segala sesuatunya diatur legalitasnya. Salah satu yang diatur adalah mengenai kepemilikan tanah. Kita tentunya memiliki kebutuhan pokok berupa papan sebagai tempat untuk berteduh dan juga berkumpul bersama dengan keluarga. Jenis hunian sendiri semakin berkembangnya jaman juga semakin beragam. Anda bisa memilih salah satu jenis hunian yang memang sesuai dengan kebutuhan dan juga keinginan Anda. Dalam mendapatkan sebuah hunian, maka kita juga harus memiliki sertifikat yang memang terakui legalitasnya. Ada berbagai jenis sertifikat untuk berbagai jenis hunian. Beberapa jenis sertifikat misalnya acte van eigendom dengan SHM tanah. Anda tentunya harus mengetahui mengenai perbedaan acte van eigendom dengan SHM Tanah.

Apa itu Acte Van Eigendom

Acte van eigendom adalah suatu bukti kepemilikan atas tanah yang ada sebelum adanya sebuah undang-undang RI nomoer. 5 pada tahun 1960 tentang adanya peraturan dasar atas pokok-pokok dari agrarian. Sekarang ini bukti atas kepemilikan dari acte ini sendiri dapat dikonversikan menjadi sebuah SHM paling lambatnya adalah dua puluh tahun dari diundangkannya sebuah Undang-undang pokok dari agrarian. Masalahnya sampai dengan sekarang yaitu masih banyak tanah yang memiliki bukti berupa acte van eigendom. Adanya Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 mengenai pendaftaran dari tanah dengan adanya konversi yang masih berlaku. Selain acte tersebut, masih adanya juga letter c dan juga verponding dari Indonesia untuk menyatakan kepemilikan. Jika ANda memiliki sertifikat tersebut maka dapat dikonversi jadi SHM.

Sertifikat Hak Milik (SHM)

SHM merupakan sebuah bentuk kepemilikan terkuat yang ada dan bisa dialihkan secara turun temurun. SHM adalah sertifikat kepemilikan yang penuh atas hak dari lahan dan tanah dari pemilih tanah atau sertifikat tersebut. SHM ini merupakan sebuah sertifikat terkuat karena pihak lain tidak memiliki campur tangan atas kepemilikan dari tanah tersebut atau juga lahan tersebut. Tanah yang dapat mempunyai SHM hanya dapat dimiliki oleh satu WNI. Orang asing tidak dapat mempunyai tanah dengan sertifikat SHM.

Beda Kewajiban bagi Pembeli dan Penjual Tanah dalam PPJB